Thank You

1161 Words

Agatha duduk di ranjang milik Ify. Duduk bersandar pada kepala ranjang. Bersampingan dengan Ify yang sama-sama sedang memainkan ponselnya. Suatu kebiasaan lama dari mereka. Berkumpul tetap saja ponsel yang dinomor satukan. Padahal, hal ini bukan tata krama yang benar. “Biasa, Tha. Dari dulu juga di kamar ada semua itu,” jawabnya. “Memang, lu nggak ngerasa supek tidur jadi satu alat-alat kerja?” tanya Agatha sembari membenarkan bulu matanya. “Sudah biasa, sih. Kalau dipindah malah kaya rasanya aneh.” Ify meletakkan ponselnya karena merasa tidak nyaman sedang berbicara dengan Agatha disambil bermain ponsel. “Tha, bener lu putus sama Zaki?” sambungnya sembari beranjak dari ranjang. “Ya, mungkin itu yang terbaik, yang jelas gue mikir untuk ke depannya. Kan enggak mungkin menjalani hubu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD