Ending

1780 Words

Sejak dua puluh menit yang lalu, Kinan dan Gavin hanya diam. Di taman itu hanya terdengar desau angin dan celotehan kecil Arkan. Kinan bersykur ada Arkan di sana, karena jika tidak, pastilah suasana semakin canggung. “Umur berapa dia?” tanya Gavin mecah keheningan. Kinan menatap Gavin yang tengah melihat Arkan. “Tiga tahun,” jawab Kinan sekenanya. “Kenapa kamu bohong?” tanya Gavin lagi tanpa menatap Kinan. “Bo-bohong? maksud lo apa?” wajah Kinan terlihat gugup, bahkan gadis itu sudah meremas jemarinya sendiri hingga menimbulkan rona merah di telapak tangannya. “Jangan diremas.” Gavin menyentuh tangan Kinan dan memisahkan tautan tangan gadis itu. “Kamu belum nikah ‘kan? Kenapa harus berbohong?” “Gua udah nikah, butinya ada Akran. Lo denger sendirikan tadi Arkan manggil gua mami '

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD