Batas Kesabaran

1230 Words

Dominiq: Batas Kesabaran "Lo emang anjing ya." tunjuk gue ke Dante. "Nggak ada bedanya sama Bapak lo!" Dante kelihatan santai walaupun gue maki-maki. Baru kali ini gue ketemu manusia yang urat malunya udah putus! Beneran nggak punya otak, sama kayak Bapak moyangnya! Kedatangan gue kemari buat ketemu sama Mama, pengin mengurang stress sama masalah yang gue hadapi akhir-akhir ini. Setelah ketahuan gue hamil dari alat tes kehamilan, tiba-tiba gue lemas, gue merasa punya ketakutan baru. Otak gue sekarang beneran ruwet banget. Sebelum tahu tentang masalah perceraian Tata, sampai si anjing ini ternyata tinggal di rumah Mama, padahal Mama tahu ini anjing anaknya siapa, dan masih aja ditampung! Hah, gue nggak habis pikir sama Mama. Gimana bisa mau berbaik hati menampung anak dari laki-laki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD