Cahaya biru berpendar keluar dari ekor Mayleen perlahan ekor cantik itu berubah menjadi sepasang kaki. Mayleen mengerjapkan mata sebelum menjauh dari David. Detak jantung yang berpacu kencang membuat wajahnya merona. Mayleen menyisipkan anak rambut ke belakang telinganya yang terurai karena ulah David. Gadis itu terlihat malu menatap David yang menatapnya lekat. Bau parfume maskulinnya membuat Mayleen tenang. Gadis itu menggeleng ketika mengingat kejadian beberapa saat lalu. “kau baik-baik saja?” tanya David setelah berhasil mengontrol perasaannya. “Iya,” jawab Mayleen pelan. David mengulurkan tangannya pada Mayleen dengan senang hati gadis itu menerimanya. Pakaian yang basah seketika membuat tubuh Mayleen menggigil. David yang tidak mengenakan jas pun merangkul pundaknya. Mata merek

