45. Penghianat

973 Words

Mayleen berlari saat mendengar suara telepon berdering. Tidak biasanya ada orang yang menelepon sore-sore. “Wei?” ujar Mayleen . “Aku senang kau mengangkatnya.” Mayleen menatap telepon itu dengan kening mengkerut. Dia seperti mengenal suara itu. “Wang Sean?” tebaknya. “Iya, ini aku, Wang Sean.” “Apa kau mencari David?” Mayleen menatap jam di dinding. “Tidak, aku mencarimu,” ujar Sean. “Ada apa?” tanya Mayleen “Kau tidak lupa dengan mutiaramu, kan?” tanya Sean. Mayleen terdiam, meremas kabel telepon erat. Perasaannya menjadi kacau saat membahas mutiara itu. Mayleen merasa tidak nyaman. “Aku ingin kita bertemu hari ini. Bawakan dokumennya maka mutiara itu akan menjadi milikmu,” ujar Sean. “Tapi—“ “Aku akan menjemputmu.” Sean menutup sambungan telepon begitu saja. Mayleen menat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD