“Kita berkencan, satu hari penuh menghabiskan waktu berdua,” kata Dewa, mengutarakan permintaannya. Larisa diam, mempertimbangkan permintaan Dewa. Dia merasa tidak ada salahnya menerima permohonan itu. Toh hatinya juga ingin merasakan kencan dengan laki-laki tampan itu sejak lima tahun yang lalu. “Kapan?” tanya Larisa. Dewa tersenyum tipis, tahu jika perempuan kesayangannya itu mengabulkan permintaannya. “Setelah proyek terakhir kita selesai,” jawabnya. Larisa menganggukkan kepalanya, sepakat dengan usulan laki-laki tampan itu. “Kamu ingin kita pergi ke mana?” tanya Dewa. Kemana saja, asalkan bersamamu. Kata-kata itu yang ingin keluar dari bibir Larisa. “Terserah Bapak,” jawaban itu yang pada akhirnya keluar dari bibirnya. Diberi jawaban itu, jelas membuat Dewa bingung. Dia

