Rasanya Dewa sudah ingin marah dengan bocornya mulut mantan bosnya tersebut. Yang ditakutinya, Larisa salah paham dengan istilah strategi itu. “Strategi untuk mengikat hatimu kembali, Sa,” Arya cepat-cepat membantu Dewa untuk menjelaskan. Melihat Dewa yang memelototi dirinya, laki-laki berusia matang tersebut takut juga kena omel. Larisa yang belum paham, memandang Dewa untuk meminta penjelasan lebih jauh. Laki-laki itu menghembuskan nafasnya berkali-kali, sebelum bicara dengan hati-hati. “Aku terikat perjanjian untuk tidak merayu dirimu, padahal sudah mentok cintaku untukmu. Jadi ya harus sedikit berstrategi untuk mendapatkan cintamu,” panjang lebar dan pelan-pelan Dewa menjawab. Larisa tersipu mendengar perkataan Dewa. Hatinya sungguh tersanjung, karena laki-laki tampan itu samp

