Dewa sudah mau pecah kepalanya. Arya sama bingungnya dengan dirinya. Liana sendiri bingung dengan keadaan dirinya saat ini. Tidak mungkin dia ke penginapan, mengingat dirinya harus segera berhemat untuk bisa membayar ganti rugi terhadap Larisa. Lebih mustahil lagi kalau harus meminta tolong Dewa atau Arya yang membayari penginapan, mengingat itu bukan lagi urusan kedua atasannya itu. Rasanya perempuan itu mau menangis. Terasa sekali tidak enaknya karena bikin masalah. “Kenapa?” tanya Danu yang baru selesai mengurus administrasi kepulangan Liana. “Kita terlanjur bilang kalau Liana baru pulang 3 hari lagi,” beritahu Dewa. Danu menghela napas panjang. Mereka melupakan fakta tersebut. “Sudah bicara dengan Pak Arya?” tanyanya. “Pak Arya juga belum dapat solusi,” cetus Dewa. “Saya mau ke r

