"Awalnya, mereka biasa saja waktu pertama kali aku masuk ke sana bersama Kak Vera. Tapi sejak Kak Vera sering pergi kerja dan harus tinggal di rumah pasien yang dirawatnya, mereka mulai sering menggangguku," ujar Vini Bara mendengarkan dengan seksama. "Alasannya, karena setiap kali Kak Vera datang atau pulang ke panti asuhan, Kak Vera selalu membelikan barang-barang baru untukku. Entah itu sepatu, tas, baju, atau hanya sekedar makanan. Mereka berpikir, aku kan yatim piatu seperti mereka, seharusnya aku juga tidak makan yang enak, tidak pakai baju yang layak, tidak pakai sepatu bagus, dan tidak punya tas baru. Seharusnya aku selusuh mereka dan mereka tidak terima karena aku selalu beruntung mendapatkan barang-barang baru," Vini menangis tak bersuara sambil menatap keluar jendela. "Lalu s

