Haura sudah hampir menyelesaikan masakannya saat Nata muncul di dapur pagi itu. Bi Inah pun segera keluar untuk memberi mereka ruang. Nata begitu serba salah, ia kebingungan selama beberapa saat dan hanya memandangi punggung istrinya disertai rasa bersalah. "Mi," sapa Nata, gugup. Haura pun menoleh ke arah Nata lalu tersenyum dari balik niqob-nya. Ia meraih tangan suaminya lalu menciumnya dengan lembut. "Iya Bi. Abi mau sarapan?" tanya Haura. "Bukan Mi, Abi mau bicara sama Ummi," jawab Nata. "Baiklah, Abi mau membicarakan apa?" "Maafin Abi ya, semalam Abi ketiduran di kamar Kakek. Abi bahkan belum sempat mengatakan apapun pada Ummi, dan Abi malah membiarkan Ummi tidur sendiri... ." "Bi," Haura memotong ucapan suaminya dengan cara meletakkan jari telunjuknya di bibir Nata, "Ummi ngga

