Yoga menunjukkan arah pada Nata. Nata pun mengikuti petunjuk arah tersebut tanpa terlewat satupun. "Nah, sekarang lurus terus sampai ke ujung jalan sana. Nanti kalau kita sudah melewati pesantren tempat Ummimu tinggal dulu, baru deh ketemu rumahnya," ujar Yoga. "Paman yakin nggak salah jalan?" tanya Nata. "Yakin lah. Pamanmu ini belum pikun ya," sinis Yoga. Nata tertawa ringan di tengah-tengah rasa kalut di hatinya. "Nah..., ini pesantren tempat tinggal Ummimu dulu!" Yoga menunjuk pada sebuah bangunan tua yang kini terlihat nyaris ambruk di beberapa bagian. Nata memperlambat laju mobilnya untuk melihat bangunan itu. "Sepertinya sudah lama tidak ditinggali Paman. Pesantren itu kosong," ujar Nata. "Ya namanya juga sudah dua puluh tahun berlalu. Wajarlah kalau sudah tidak ditempati la

