Episode 30 - Haflat Zifaf*

1476 Words

Bagas menatap putranya yang tengah berdiri di hadapannya. Ia tersenyum bangga melihat Bara yang sudah berbalut pakaian pengantin dengan nuansa broken white. Ketampanan putranya tak bisa ditutupi dengan cara apapun, semua terlihat begitu luar biasa dengan pancaran aura dalam dirinya yang tegas. Bara mencium tangan Ayahnya dengan penuh khidmat, ia tak ingin melepaskan tangan itu bahkan untuk sesaat. "Papa merestuimu Nak. Insya Allah Papa tidak akan pernah menolak kehadiran menantu Papa, karena dia adalah wanita terbaik yang kamu pilih," ujar Bagas. "Maafkan semua kesalahan Bara Pa, Bara belum bisa memberikan apa-apa pada Papa, tapi Bara sudah harus menjalani hidup Bara sendiri sebentar lagi. Papa harus tinggal bersama Bara dan istri Bara nanti. Papa tidak boleh menolak," pinta Bara, denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD