Keadaan Dahlia sudah mulai membaik. Dia mengalami shock yang begitu hebat, sehingga jantungnya yang lemah tidak bisa bertahan ketika mendengar sesuatu yang mengejutkan. Nata duduk di samping tempat tidur sambil menggenggam tangan Dahlia dengan lembut. Kedua matanya telah basah oleh airmata yang terus saja mengalir tanpa henti. "Maafkan aku, Mi. Maafkan aku," sesalnya, "Maaf karena aku terus menyimpan rahasia itu dari Ummi. Aku tahu tentang hal itu belum lama, dari Pak Pranoto. Seharusnya mungkin aku memberitahu Ummi yang sebenarnya, tapi aku takut Ummi akan berduka jika tahu yang sebenarnya. Aku benar-benar minta maaf, Mi. Tolong maafkan aku." Dahlia hanya menatap langit-langit kamar dengan kedua mata yang berkaca-kaca. Ingatannya melayang kembali pada hari di mana suaminya mengalami sak

