Vera mengambil surat yang ada di kotak pos dekat gerbang. Ia berjalan kembali ke arah rumah, sambil mengamati satu-persatu surat-surat itu. Hingga akhirnya ia menemukan satu buah surat yang ditujukan untuk Dahlia. "Ummi Lia, ada surat untuk Ummi," ujar Vera, sambil menyerahkan surat itu ke tangan Dahlia. "Dari siapa, ya? Kok tumben ada yang mengirim surat?" Dahlia pun bertanya-tanya sendiri. "Mungkin kenalan Dek Lia," ujar Dian, sambil memetik daun bayam dari tangkainya. "Tapi, rasanya semua kenalan saya semua tahu nomor telepon saya, Mbak," sanggah Dahlia. Surat itu sudah terbuka, Dian pun ikut membacanya karena Dahlia menujukkan surat itu kepadanya. "Itu ada nama pengirimnya, Dek. Anna Fatihatul Ni'mah. Kamu kenal?" tanya Dian. "Iya, Mbak. Dia..., teman satu kamar saya di Pesantre

