Desha menatap wanita yang tampak duduk rikuh di kursinya. Usianya sekitar 30-an. "Selamat pagi bu dokter. Nama saya Rika, temannya ibu Rosana. Dokter tahu kan Nana? Itu loh, Dok. Anak yang kepalanya besar." "Selamat pagi ibu Rika." Desha tersenyum ramah, supaya orang yang di hadapannya ini tidak terlalu tegang sikapnya. "Tentu saja saya sangat tahu Nana, karena dalam beberapa hari ini ada dalam perawatan kami sebagai team dokternya." terang Desha. "Dok, Nana baik-baik saja, kan? Apakah Nana ada harapan untuk punya umur panjang? Kasihan, Dok. Dari kecil dia hidupnya menderita terus, karena kepala besarnya itu." Terlihat mata Rika mulai berkaca-kaca. "Apakah Nana pernah di bawa periksa ke dokter atau rumah sakit?" tanya Desha. "Ya, kalau dia demam aja atau mencret-mencret, Dok." jawa

