Bab 48

1217 Words

Morgan tersenyum, memandang wajah cantik istrinya. Lalu menjawab. "Awalnya aku mengira aku mencintainya atau mungkin juga aku memang mencintainya. Entahlah, Vel." Margo tidak bisa memastikan perasaanya. "Desha selalu jadi prioritas utamaku untuk melindunginya. Begitu juga Desha selalu berlindung padaku. Namun, setelah aku tahu Morgan memilikinya, aku benar-benar merasa kecewa dan marah padanya. Aku seperti merasa gagal untuk menjadi pelindung Desha. Kemudian aku sadar, ia menjauhi Morgan karena sikapnya yang tidak menghargainya sebagai wanita. Sementara hatinya sudah dimiliki Morgan sejak awal. Dari situ baru aku menyerah, Vel." ungkap Margo, apa adanya. Velya bisa mengerti. "Dan sekarang bagaimana?" tanyanya. "Tentang perasaanku, maksudmu?" Velya mengangguk. Margo secara pasti menjawa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD