Ari menghela napas saat melihat kalau lagi-lagi pesannya tidak dibalas oleh Kana. Pria itu segera menyelesaikan sarapannya lalu mengenakan dasinya dengan susah payah. Dia selalu tak bisa memakai dasi dengan benar. Setelah susah payah, akhirnya pria bertubuh tinggi itu menyerah dan mengenakan jasnya. Dia memandang sekilas penampilannya di cermin kamarnya lalu tersenyum saat menyukai penampilannya. Namun, senyuman itu hanya bertahan sebentar karena percuma dia tampan kalau Kana sama sekali tak mau berhubungan dengannya lagi. Selama ini dia tak mengerti mengapa Kana selalu menolaknya. “Aku tampan, aku kaya, dan aku akan memberikan segalanya untuknya. Namun sampai tadi malam saja, dia masih menolakku?” tanya Ari dalam hati. Pria itu pikir sedikit ciuman dan keromantisan akan melumerkan hati

