Chapter 42

1496 Words

Hari telah berganti. Pagi hari ini Busran yang menyiapkan sarapan untuk sang istri. Dia membawakan nampan sarapan pagi ke kamar mereka. Busran memilih untuk merawat sang istri yang kondisi istrinya belum terlalu baik. Gea melihat ke arah pintu kamar yang dibuka oleh pelayan dan sang suami masuk membawa nampan. "Bus," panggil Gea serak, dia masih dalam posisi berbaring.. "Ayo cuci muka lalu sarapan." Busran meletakkan nampan di atas nakas. "Apakah kamu ingin aku membawakan kamu baskom untuk mencuci wajah?" tanya Busran serius. Dia baru kali ini merawat sakit sang istri. "Aku tidak lumpuh, Bus. Jangan berlebihan. Aku bisa mencuci mukaku sendiri," balas Gea. Dia bangun dari posisi tidur lalu memakai sandal dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Busran hanya terkekeh, "Yah …

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD