Semenjak pernyataan Edwin sedikit membuat Amel tidak nyaman, meski begitu ketika bekerja Amel berusaha untuk bersikap professional karena tidak ingin mengganggu kinerja mereka. Amel bisa berada di sana atas rekomendasi Edwin, setelah pernyataan itu sikap Edwin juga tidak banyak berubah dan seharian ini mereka tetap seperti rekan kerja. Amel tidak tahu alasan Edwin mengatakan hal tersebut tapi berusaha untuk tidak memasukkan ke dalam hati karena menurut orang – orang tua di mana godaan menjelang menikah itu sangat besar. “Pulang sekarang?,” tanya Edwin menatap Amel yang tampak bersiap – siap yang hanya dijawab anggukan “perkataan tadi jangan ditanggapi kecuali jika kamu berubah pikiran” Amel menatap bingung “ayo pulang sepertinya calon suami kamu sudah datang.” Amel mengikuti langkah Edwi

