Perasaan Bahagia Kayla

1091 Words
“M-Mama,” ucap Keenan setelah membuka mata dengan sempurna dan melihat sang mama yang kini sedang menundukkan kepala di samping kiri Keenan. Kayla yang kini sedang menundukkan kepala tercengang saat mendengar suara lembut khas anak kecil yang tidak asing bagi dirinya masuk ke dalam indera pendengarannya. Sontak Keenan mengangkat kepalanya dan membelalakkan mata dengan sempurna saat melihat sang putra semata wayang kesayangannya itu kini telah membuka mata dan menatap ke arah dirinya. “Keenan.. Kamu sudah bangun sayang?” balas Kayla sembari mengusap wajah sang putra kesayangannya itu dengan penuh kasih sayang dan rasa rindunya. Keenan menautkan kedua alis saat mendengar apa yang diucapkan oleh sang mama kepada dirinya. “Memangnya Keenan kenapa Ma? Keenan tidak mengerti dengan maksud ucapan mama saat ini.” Kayla mengulas senyuman manis ke arah sang putra semata wayangnya itu. “Apa Keenan tidak dapat mengingat kejadian yang telah Keenan alami tempo hari di sekolah?” Keenan menatap lurus ke depan sembari mencoba mengingat apa yang telah terjadi kepada dirinya saat di sekolah tempo hari. Keenan menganggukkan kepala menanggapi apa yang diucapkan oleh sang mama setelah Keenan dapat mengingat apa yang telah terjadi dengan dirinya tempo hari. “Iya ma. Keenan dapat mengingat peristiwa yang telah dialami di sekolah kemarin. Tapi Keenan benar-benar tidak dapat mengingat apa yang telah terjadi kepada Keenan setelah itu karena Keenan merasa gelap pandangan matanya Ma. Memangnya apa yang telah terjadi dengan Keenan sehingga Keenan bisa berada di rumah sakit ini ma?” Keenan melontarkan pertanyaan dengan gaya bicara khas anak kecilnya itu saat ini. “Mama akan menceritakan semua kepada kamu nanti. Kamu lebih baik fokus dengan kesembuhan kamu terlebih dahulu saat ini. Mama berjanji akan menceritakan semua kepada kamu setelah kamu sembuh nanti. Kamu jangan terlalu memikirkan hal ini terlebih dahulu iya sayang,” sambung Kayla sembari mengusap telapak tangan mungil sang putra kesayangannya itu yang kini sedang berada di dalam genggamannya. Keenan yang merupakan anak baik dan penurut kepada sang mama lantas menganggukkan kepala kembali menanggapi apa yang diucapkan oleh sang mama. “Iya ma. Keenan tidak akan memikirkan hal itu terlebih dahulu seperti apa yang diminta oleh mama. Keenan akan fokus dengan kesehatan Keenan agar cepat sembuh dan Keena tidak membuat mama merasa khawatir dengan keadaan Keenan saat ini. Keenan minta maaf iya ma jika Keenan selalu membuat mama merasa khawatir dengan keadaan Keenan.” Ada yang terasa nyeri di dalam hati Kayla setelah mendengar apa yang diucapkan oleh sang putra semata wayangnya itu. Ya. Kayla tahu bagaimana sifat dan karakter sang putra kesayangannya itu sehingga Kayla merasa sangat bersalah kepada sang putra kesayangannya itu karena Kayla tidak dapat memberikan hidup yang lebih baik untuk Keenan saat ini. Apalagi dengan keadaan Kayla yang kini kembali dalam posisi titik terendahnya. Kayla menengadahkan wajah untuk mencoba menahan buliran kristal bening yang telah menganak pinak di pelupuk matanya sehingga tidak jatuh menetes di wajahnya saat ini. Kayla tidak ingin menangis dan terlihat sedih di hadapan sang putra kesayangannya itu. Kayla harus tetap bersikap tenang dan tegar di hadapan Keenan saat ini. Kayla harus menyembunyikan semua rasa sedihnya itu dari sang putra kesayangannya. “Iya anak kesayangan mama. Terima kasih iya sayang karena anak kesayangan mama ini selalu mendengar dan menuruti apa yang mama katakan kepada kamu selama ini,” ucap Kayla dengan nada sendu. “Iya ma,” balas Keenan. Kayla mendekap tubuh mungil sang putra kesayangannya itu dan mengecup wajah Keenan tanpa ada yang terlewati satu inchi pun saat ini. Perasaan bahagia kini sedang menyelimuti di dalam diri Kayla setelah sang putra kesayangannya itu sadarkan diri dari tidur panjangnya beberapa hari ini. Ceklek.. Cantika memutar pintu kamar mandi dengan pelan lalu keluar dari dalam kamar mandi setelah membersihkan diri malam hari ini. Cantik tercengang saat melihat sahabat baiknya dan sang putra kesayangannya itu kini tampak sedang saling mendekap dengan penuh rasa sayang satu sama lain. Perasaan bahagia seketika menyelimuti di dalam diri Cantika dengan pemandangan yang kini sedang dilihat oleh dirinya. Cantika memutuskan untuk melangkahkan kaki menghampiri Kayla dan Keenan setelah Cantika memberikan waktu kepada ibu dan anak itu untuk saling mendekap dan melepaskan rindu yang ada di dalam diri mereka berdua saat ini. “Alhamdulillah.. Kamu sudah sadar iya Keenan kesayangannya tante. Tante ikut merasa bahagia melihat kamu sudah sadar saat ini,” ucap Cantika yang kini telah berada di samping Kayla dan Keenan. Kayla dan Keenan yang kini masih saling mendekap seketika tercengang dan saling mengurai dekapan di antara mereka berdua setelah mendengar suara yang sedikit cempereng dan tidak asing bagi Kayla dan Keenan masuk ke dalam indera pendengaran. Sontak Kayla dan Keenan mengalihkan perhatian menatap ke arah Cantika yang kini sedang menatap ke arah Kayla dan Keenan dengan mengulas senyuman bahagia itu. “Tante Cantika.. Tante Cantika ada di sini juga iya.. Tante Cantika pasti menemani mama menjaga Keenan kan iya,” balas Keenan dengan raut wajah khas anak kecilnya itu yang tampak menggemaskan bagi Cantika. Cantika mengulas senyuman manis saat mendengar apa yang diucapkan oleh anak laki-laki yang kini telah berusia lima tahun itu. “Iya Keenan kesayangannya tante Cantika. Tante Cantika menemani mama kamu di sini karena tante Cantika sahabat baik mama kamu sayang. Jadi tante Cantika pasti akan menemani mama kamu dalam keadaan suka atau duka kapanpun itu sayang. Kamu sudah lama bangunnya sayang?” Keenan menggelengkan kepala menanggapi apa yang diucapkan oleh sahabat baik mamanya yang telah dianggap tante oleh bocah laki-laki yang menggemaskan itu selama ini. “Keenan baru saja bangun tante Cantika. Keenan mengucapkan terima kasih iya sama tante Cantika karena tante Cantika selalu berada di samping mama menemani mama kapanpun itu.” Cantika mengusap kepala Keenan dengan lembut dan penuh rasa sayang. Ya. Cantika telah menganggap Keenan bukan hanya sekedar sebagai keponakannya sendiri. Namun Caca juga telah menganggap Keenan sebagai putra kandungnya sendiri selama ini. Cantika mengenal Keenan sejak Kenan berada di dalam kandungan sang mamanya itu sehingga Cantika merasa tidak asing dengan Keenan. “Iya kesayangannya tante Cantika. Kamu harus cepat sembuh dan sehat lagi iya sayang. Kamu harus membuat mama kamu bahagia dengan kamu cepat sembuh sehingga kamu bisa bermain kembali bersama mama dan tante iya sayang,” sambung Cantika. “Iya tante Cantika. Keenan pasti akan cepat sembuh tante Cantika. Terima kasi hiya tante Cantika dukungannya kepada Keenan,” seru Keenan. “Iya Keenan sayang,” tukas Cantika. Kayla, Keenan dan Cantika kini saling berbincang santai dengan perasaan bahagia yang menyelimuti di dalam hati mereka bertiga itu. Senyuman manis tidak pernah hilang dari wajah mereka bertiga itu saat ini. ‘Alhamdulillah.. Terima kasih untuk semua nikmat dan karunia Engkau kepada hamba hari ini Ya Allah..’
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD