Suasana malam hari di Jakarta membuat Agni merasakan kerinduan dengan kampung halamannya, Agni terbiasa duduk di gazebo rumah keluarga Hutama karena ia merasa tenang apabila menikmati udara malam di gazebo itu ketika pekerjaannya hari itu sudah selesai semua. Meskipun sesekali tangannya harus selalu mengusir nyamuk yang mengganggu ketenangannya tapi temoat ini masih menjadi tempat favorit dirinya untuk menyendiri apalagi letaknya yang berada di halaman belakang rumah. Agni tidak merasa takut sedikit pun ketika duduk sendirian di gazebo karena pencahayaan lampu di gazebo ini pun cukup terang jadi ia tidak merasa ketakutan. “Sendirian aja di sini.” Tiba-tiba Agni mendengar suar seorang laki-laki yang ia kenal dan cukup mengagetkan dirinya yang sedang termenung sendirian. “Kaget saya Mas.

