Arka keluar dari mobil. Pria itu berlari menyusuri festival. Ia mencari Ava disetiap sudut, tapi tidak menemukan gadis itu berada di sana. ia juga bertanya pada beberapa teman Ava, namun mereka tidak melihat Ava sejak tadi. Festival masih sepi karena masih sore. Mungkin Ava akan datang malam hari. Apakah ia harus menunggunya di sini? Arka memijat pelipisnya pelan. Ia terus mencoba menelepon Ava. “Va, kamu di mana?” gumamnya. Hari sudah mulai gelap. Arka sudah menunggu selama satu jam lebih, namun tidak melihat Ava di pintu masuk. Ia bahkan menjadi pusat perhatian. Tentu saja. Seorang dosen duduk di pintu masuk dengan wajah tak keruan. Semua mata selalu tertuju ke arahnya jika melewati pintu masuk. Arka menghela napas. Mungkin Ava tidak jadi ke festival. Mungkin gadis itu ada di rumah Bun

