Bara tersedak minumannya, lalu menatap Cassy dengan tatapan terkejut. “Hamil?” “Kenapa kaget? Ya, wajar dia hamil. Dia punya suami. Kecuali aku yang hamil, gak ada suami.” Bara menghela napas. Ia lupa jika Ava sudah menikah. Ia terus melupakan itu bahkan hingga hari ini. Ketahuilah, di matanya, Ava hanya sosok yang selalu ingin dia dekati. Tidak peduli status dan masa lalunya, Ava adalah Ava. Dia menyukai wanita itu. “Kamu suka Ava, ya?” Bara mengunyah rotinya. “Gak ada alasan untuk aku gak suka dia.” “Kamu benar. Ava baik, cantik, dan wajar, sih, kamu suka dia. Tapi, kan, Bar, dia punya suami. Meskipun statusnya mereka mau cerai pun, dia masih istri orang sebelum ketuk palu.” “Aku suka dia bukan berarti aku mau rebut dia dari suaminya, Cas.” Bara tertawa pelan. “Lagian, aku cuma suk

