Semua semakin pergi menjauh. Tak ada satu pun yang peduli dengannya termasuk Lola dan Abel. Sahabat yang selalu mendukung, memahami, serta selalu ada di saat Denisa butuh tak lagi menemani kesendiriannya. Denisa merindukan mereka akan tetapi ia tak tahu harus bagaimana lagi. "Jadi, berita itu benar?" Denisa menunduk seraya memejamkan mata. Bayang kenangan indah menyusup dalam pikirannya. Leon yang dulu tak kan pernah membiarkan dirinya merasa sedih. Takkan membiarkan dirinya merasa kesepian. Namun sekarang, semua sudah berubah seiring kepedihannya di malam mencekam. Tuhan... Kenapa Kau jauhkan Dia dariku? Kenapa semua menjauhiku begitu saja tanpa melihat sisi kebaikanku? Aku tau ... Mungkin Aku terlalu buruk Aku terlalu hina dalam pandanganMu. Tetapi semua ini juga bukan mauKu.

