CEO TAMPAN DAN GADIS MISKIN 85. ** "Wah. Kampus kamu boleh juga ya. Luas dan keren. Gak jauh bedalah sama di Jerman." Mata Aaric begitu liar melihat-lihat kampus Zia, kakaknya. "Begitulah. Tentu saja. Aku bangga menjadi warga Indonesia." Zia menimpali. "Oh ya. Tetapi kak. Kamu sedikit kaku. Kamu sudah lama memakai pakaian seperti ini. Di Jerman orang-orang tertentu saja yang memakai pakaian ini." Aaric mengedikkan bahunya. "Emang kenapa dengan pakaian aku. Kamu kok risih gitu sih. Aku bangga lagi seperti ini. Ini adalah identitas ku sebagai muslimah." "Fine. Kamu sangat teguh beragama. Hmm ... Apa kamu sudah punya kekasih, Kak?" tanya Aaric lagi kepo ke Zia. "Dasar anak kecil! Kenapa kamu mau tahu saja urusanku. Muslimah di larang pacaran. Kalau pun boleh pacaran setelah menik

