21. I am (Not) Fine

2443 Words

Mungkin indahnya cintamu hanyalah ilusi belaka Namun, Aku telah terjebak dalam ilusimu itu hingga enggan untuk tersadar *** Silla duduk sembari memeluk lutut di sudut kamarnya. Seharian ini, hanya itu yang dia lakukan. Menangis kemudian melamun, menangis lagi kemudian melamun lagi. Pikirannya benar-benar sedang kacau. Kejadian malam itu masih terpatri jelas dalam ingatannya. Silla kira Sean telah berubah hingga dengan berani menerima pernyataan cintanya. Ternyata ia salah, salah besar. Beberapa kali Silla mencoba menyingkirkan pikiran negatif tentang Sean. Namun, semakin dia mencoba, semakin dia sakit hati. Bahkan hingga saat ini Sean belum juga menghubunginya. Secepat itukah dia berpaling? Silla membuang napasnya asal, mencoba untuk tidak kembali menangis. Silla menatap kosong laya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD