13. One Step Closer

2291 Words

Aku selalu menyisipkan namamu dalam setiap doaku Semoga kau dan aku menjadi kita di kehidupan ini maupun nanti. *** Sony—Kepala Sekolah tempat Silla mengajar—duduk dengan gusar di ruang tunggu kantor Adrian sambil sesekali melirik gugup pada arloji yang melingkar di tangannya. Ia datang lebih cepat dari waktu yang sudah atasannya janjikan. Pria paruh baya itu sedikit cemas karena tidak tahu alasan dia dipanggil. "Setengah sepuluh," gumamnya sembari mendesah pelan. Pria paruh baya itu terlihat mulai berkeringat dingin. Tangannya saling meremas dengan pikiran yang berkecamuk. Ini adalah kali kedua ia datang ke kantor pusat setelah seremonial pengangkatannya sebagai kepala sekolah beberapa tahun lalu. Sejauh ini, Sony merasa tidak melakukan kesalahan apa pun. Namun, entah kenapa, tatapan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD