Bayangan peristiwa di masa lalu itu, selalu menghantuiku Seperti mimpi buruk yang tak kunjung usai Senantiasa hadir di setiap malam-malam panjangku *** Silla mengamit erat lengan Sean. Senyuman manis senantiasa menghiasi bibir mungilnya. Silla berharap hari ini tidak berlalu begitu cepat. Entah apa yang terjadi, hari ini Sean sangat manis dan romantis. Itulah yang menyebabkan Silla betah berlama-lama menikamati waktu berdua bersama kekasihnya itu. "Kau tahu, aku merasa menjadi wanita paling bahagia malam ini," ujar Silla sumringah tanpa melepaskan lengan Sean. Sean mengerutkan dahinya. "Kenapa?" "Karena ada kau di sisiku," jawab Silla tulus. Sean tersenyum hambar mendengar jawaban Silla. Setelah kenangan akan sosok Celia kembali muncul tadi siang, tiba-tiba Sean meragukan rasa cint

