Episode tidak usah dibaca(dobel)

317 Words

Dinginnya malam telah digantikan dengan hangatnya mentari yang terbit dari timur dan dimana semua orang sudah melakukan aktifitasnya, begitu juga dengan Rara dan bi Ina mereka sudah siap untuk menanam bunga dan sayur di tanah samping mansion yang masih lapang belum ada tananman sedikitpun. “Nak kenapa kamu menanam bunga daisy,”ucap bi Ina ketika melihat Rara mengambil bibit diruang penyimpanan. “Karena bunga ini melambangkan ketulusan hati bu, seperti cintaku sama tuan Hendra begitu tulus,” ucap Rara diiringi senyum tuusnya. “Yaampun nak Rara tulus banget sama tuan Hendra, padahal tuan Hendra sudah menyakiti kamu begitu dalam nak. Mau dengar saran ibu apa enggak nak ?” tanya bi Ina. “Saran apa tuh bu,” jawab Rara dengan antusias dan agak kepo sedikit. “Jangan cintai pasangan mu terl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD