Setelah menempuh kurang lebih 3 jam perjalanan ahirnya mereka sampai dirumah kediaman orang tua Sifa yang sangat sejuk dan asri. “Wah rumahnya sejuk banget mbak,” ucap Rara setelah turun dari mobil. “Iya dong kan samping – samping rumah masih hijau Ra,” ucap Sifa geleng – geleng kepala melihat Rara yang berlarian kesan dan kemari seperti anak kecil. Melihat anaknya lari – lari bi Ina langsung panik dan mulai berteriak seperti ibu – ibu pada umunya. “Nak Rara jangan lari – lari ingat ada siutun,” Mendengar bi Ina yang marah – marah Rara langsung menghentikan langkahnya “Maaf bu,” ucap Rara sambil menunduk. Setelah lari – lari Rara duduk didepan rumah tersebut dengan melihat pemandangan yang ada didepanya dan merenungkan kehidupannya selanjutnya. Bersama bi Ina, calon anaknya, dan R

