EPISODE 22

1194 Words

SELAMAT MEMBACA Auris hanya diam mendengar pernyataan yang meluncur dari mulut Liam. Wanita itu berusaha mengabaikannya namun jantungnya berdebar kencang, wajahnya seperti memanas. "Ah, percuma menyatakan cinta pada orang yang lupa ingatan." Liam terkekeh kemudian menjauhkan dirinya dari Auris. Auris mengamati Liam yang duduk di depan perapian, menatap nanar kobaran api di depannya. "Memang seperti apa hubungan kita?" tanya Auris. Liam tersenyum kecut. " Raja dan pengawal." "Raja?" Liam mendecih, benar-benar tidak habis pikir, bahkan hal itu terlupakan. "Iya, aku Liam osmond, Raja para vampir." "Oh begitu, aku lancang, ya." "Tidak apa-apa, dari awal kau memang lancang." seloroh Liam dengan senyum tipis sedangkan Auris yang tidak tahu apa-apa hanya bisa memandangi setiap ek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD