SELAMAT MEMBACA Matteo menggeram. Gumpalan yang hendak menggulung jiwa para bangsawan justru buyar akibat perisai yang dilancarkan oleh seseorang hingga menciptakan kepulan asap. Melihat sosok itu mampu menghancurkan serangannya, Matteo jadi lebih bersemangat. Dua matanya mendelik besar memandangi sosok pria bertopeng tengah berdiri paling depan dari yang lainnya. Matteo yakin, dialah yang menghancurkan serangannya. "Padahal tubuhmu terlihat kecil, namun siapa sangka kau mampu menghancurkan seranganku," kata Matteo dengan sudut bibir terangkat. "Tubuhmu besar tapi kalah denganku yang terlihat lemah," jawab Auris dari balik topengnya. Matteo mengetatkan rahangnya setelah mendengar jawaban Auris. Sebagian kediaman Hadson hancur, suara desiran menyelinap dari celah-celah bangunan yang

