EPISODE 09

2238 Words

SELAMAT MEMBACA Suasana kediaman keluarga Jerdan menjadi hening dan menegangkan. Mereka semua berada di ruang keluarga, tanpa ada niatan membuka percakapan sama sekali, namun berbeda dengan Auris yang nampak begitu gemas, jemari-jemarinya bergerak gelisah untuk mencubit kedua pipi gembul seorang bayi dalam gendongan wanita cantik yang tengah duduk di samping Eliot. Ellia yang duduk di samping Auris, melirik bayi dalam gendongan wanita itu. "Tolong ibu jangan marah! Ini semua salahku! Aku takut kalian membunuh calon anakku demi nama baik keluarga kita, aku sungguh menyesal, maka dari itu aku kabur," ujar Eliot kemudian menundukkan kepalanya. Auris bisa lihat, wanita itu hanya diam tak bergeming, raut wajahnya sangat pucat, ia bahkan tidak berani  menegakkan kepala untuk melihatnya. Be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD