Dion keluar dari dalam mobil. Melepas kaca mata hitam yang semula bertengger di atas hidung bangir nya. Pandangan nya mengedar, mencari keberadaan seseorang. Langkahnya terayun, berharap cepat menemukan keberadaan sang kekasih. Seperti yang di katakan nya kemarin, kalau hati ini Clara akan pulang ke Indonesia. Dion mengeluarkan benda persegi empat panjang dari dalam saku jas hitam nya. Menempelkan nya ke telinga sebelah kanan, menghubungi sang kekasih. Sebuah tepukan di bahunya, membuat Dion memutar kepala dan mendapati keberadaan Clara. Senyumnya mengembang, merentangkan kedua tangan dan Clara langsung menghamburkan tubuh nya ke dalam pelukan Dion. "Eum, engap," keluh Clara saat merasakan dekapan Dion semakin kuat. Laki-laki itu terkekeh pelan, lalu melepaskan pelukan nya. "Maaf,

