"Sebentar lagi sudah masuk jam makan siang, ayo kita masak, Sayang." Salwa tersenyum lalu menganggukan kepala. "Ayo, Bun." Kemudian dua perempuan itu melangkah bersama menuju dapur. Salwa mengambil beberapa bahan masakan yang di minta oleh Delia. "Maaf ya, Bun. Salwa belum bisa bantu banyak," ucap Salwa. Bibir Delia mengulas senyum. "Nggak apa-apa, Sayang. Yang terpenting itu, kamu mau belajar memasak. Bunda yakin, perlahan tapi pasti kamu bisa handal menaklukan bumbu-bumbu dapur dan bisa menyajikan berbagai menu masakan," ucapnya menyemangati menantu. Salwa selalu merasa bersyukur bisa memiliki ibu mertua seperti Delia. Memang sejak awal, ia sudah jatuh cinta pada ibu dari suami nya itu. Delia meminta pada Salwa untuk mengiris sosis dan bakso. Karena siang ini, salah satu menu

