•Akrab (B)•

1078 Words

Xabiru tidak menyangka. Seseorang yang bernama Barrabas Mahesa itu sangat lah baik. Kelakuannya pada kali pertama mereka bertemu berbanding terbalik dengan sekarang. "Lo beneran, Barr?" "Ya, kali gue main-main urusan kayak gini." "Gila. Gue cuma mau kerja di sini. Tapi, ya, nggak di bagian yang paling penting di perusahaan ini." Barra menyeringai geli. "Kenapa lo? nggak nyangka lulusan SMA bisa gue angkat jadi apa pun yang gue mau di sini." Xabiru meninju pelan lengan Barra. Tertawa sejenak. "Bagi gue, percuma lulusan harvard, c*m laud... tapi, otaknya nggak ada isinya. Nggak selamanya, pendidikan itu yang nentuin segalanya." Barra menatap ke luar jendela. "Dan bagi gue, yang penting itu kinerjanya." Sungguh, Xabiru amat merasa beruntung. Dulu, Xabiru mendapatkan pekerjaan tak terd

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD