Baik Xabiru, maupun Xavira merasa kalut sekarang ini. Saling meyakinkan satu sama lain, nyatanya ragu itu kian tumbuh hingga membesar. Bahkan, saking berpencarnya pikirannya saat ini Xabiru dan Xavira tidak menyangka sudah ada di depan rumah Rahadi. Rumah itu tetap sama seperti terakhir kali Xavira menginjakkan kakinya. Masih sama luasnya, masih sama bersihnya, dan masih sama rapinya. Hanya saja rumah itu sekarang terlihat lebih sepi. Karena memang hanya Rahadi yang bertempat tinggal di sana. Sebelum kaki Xabiru melangkah lebig jauh lagi, ia berbisik rendah. "Percaya sama aku, Xav. Aku pasti bisa dapetin restunya Papi." Xavira paham betul apa maksud dari perkataan Xabiru itu. Xabiru butuh seseorang yang meyakinkannya bahwa ia bisa. Makanya, Xavira menjawab dengan senyum. "Aku percaya da

