14. Menolak Menjadi Menyedihkan

2461 Words

Setelah seharian lamanya pesta pernikahan yang mengusung tema garden itu berlangsung, akhirnya tiba saatnya bagi dua mempelai untuk menuju tempat beristirahat. Alex sudah mempersiapkan segala sesuatunya; yakni sebuah kamar hotel VVIP di pusat kota yang juga merupakan salah satu hotel milik keluarga McKenzie. "Oh, aku sangat bahagia akhirnya kau menjadi menantuku." Sivia memeluk erat tubuh Airish sebelum gadis itu memasuki mobil pernikahan dengan hiasan bunga dan pita di bagian kap depan.Airish membalas pelukan Sivia erat. “Aku juga senang sekali, Tante.” “Hei, jangan panggil aku Tante lagi. Mulai saat ini kau harus memanggilku Mommy dan Daddy,” tunjuknya pada Alex. Airish mengangguk, lalu ganti memeluk Alex. Sementara Romeo memeluk Sivia. “Maaf, aku tidak bisa menjamin setelah ini kehi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD