"Kau mau kabur dari sini tanpa bertanggung jawab?" Jonathan, menatap sinis pada putrinya ketika Airish meminta ijin untuk kembali ke New York. "Aku tidak kabur, Dad. Aku ... perlu menemui Romeo." "Oh, suamimu itu?" cibir Jonathan. Ia membuang puntung rokok nya ke tanah dan menginjaknya dengan sepatu. "Apa dia tau kalau kau adalah seorang pembunuh?" "Dad—" "Aku tidak mengijinkan mu. Jika kau pergi, siapa yang akan mengurus ladang dan ternak?" "Tapi—" Tanpa mau mendengarkan penjelasan Airish, Jonathan sudah mengibaskan tangan ke udara. Ia mengambil sebuah golok lalu melemparkannya. Hampir saja mengenai Airish jika saja ia tidak menghindar dengan cepat. "Pergi cari rumput! Sapi-sapiku butuh makan! Cepat!" bentak Jonathan tanpa bisa dibantah. Airish menghela napas, ia menunduk untuk m

