"bi inaaah," panggil rafa
bi inah pun setengah berlari menemui rafa,
"ya tuan ada yg bisa bibi bantu,"jawab bi inah
" ya, tolong panggil alia ke sini," ucap rafa
"alia sedang mandi tuan, nanti setelah mandi akan bibi suruh menemui tuan.." ucap bi inah
"oke jawab rafa singkat."
tidak lama alia datang setelah selsai mandi dengan rambut yang masih basah,
aroma wangi sabun sangat menyengat dan juga rambut tergerai yang masih basah, alia pun datang menemui tuan rafa,
"Ya tuan, ada yang bisa alia bantu?" alia bertanya pada rafa
"Saat jeslin tidak di rumah tugas mu membantuku menyiapkan keperluan ku" jawab rafa singkat,
"Baik tuan," jawab alia
Aduuuh ini orang salah minum obat apa ya? Apa salah ku tiba2 marah sewot2 begini, mentang bos,
ganteng2 tp judes, apa lahir nya di kulkas jd orang bs dingin begini, gumam alia dalam hati seraya menggaruk kepala nya yang tidak gatal
Rafa sengaja ingin berlam2 dengan alia, ia ingin ngerjain alia supaya ia tetap bisa melihat alia dari dekat,
"kamu tolong ganti seprei kamar ku dan bersih kan ya," ucap rafa memberi perintah
Dalam hati nya sebenar nya ia tidak tega alia mengerjakan pekerjaan tersebut, namun ia ingin melihat terus gadis itu.
"baik tuan," jawab alia singkat,
rafa duduk di sofa membuka leptop nya tapi mata nya sebentar melirik ke arah alia, aduuh pikiran kotor selalu hadir melihat bibir nya, ingin menyentuh dan mel**** nya..
"kamu kenal hanan di mana?" tanya rafa pada alia
"dia kakak sahabat saya," ucap alia
"mulai besok kamu tidak boleh menemui nya atau berhubungan dengan nya lagi ya," ucap rafa
"memang kenapa tuan? jangan mentang2 tuan menggaji saya, tuan bisa mengatur urusan pribadi saya." ucap alia
"Kalau nggak mau nurut mulai besok kamu boleh berhenti kerja," ucap rafa
"ya iya, ucap alia sambil keluar, sambil mengatakan wong gemblung, ndue bos gemblung, suara alia begitu pelan namun rafa mendengar nya (punya bos gila)
"Kamu bilang apa tadi, "bentak rafa.
"Tidak tuan, tuan ganteng banget," alia terpaksa berbohong
"kalau itu baru benar.," ucap rafa.
Alia memilih diam sambil merapikan seprei di kamar tuan nya, rafa sesekali melirik mencuri2 pandang ke arah alia, entah di sadari atau tidak kehadiran alia telah banyak memberi perbubahan pada rafa. yang biasa nya ia selalu datang ke club malam kini tidak pernah lagi, ia selalu menghabiskan waktu di rumah
Kenapa dia cantik banget meskipun tanpa mekup, ini babysitter benar-benar istimewa, hati nya juga baik. gumam rafa
"Apa kamu sudah punya pacar?" tanya rafa
"Belum tuan, saya belum pernah pacaran" jawab alia singkat
"saya pamit dulu tuan pekerjaan saya sudah selesai" ucap alia sambil berlalu keluar kamar dan menutup nya, tanpa menunggu persetujuan tuan nya.
Demakin hari rafa semakin terpesona melihat kecantikan alia, rafa sering sengaja memberi nya pekerjaan baik di kamar nya atau di ruang kerja nya hanya demi untuk melihat alia dan menikmati kecantikan dan pesona babysitter nya, bahkan muncul ide gila untuk segera menikahi alia, dia tidak lagi peduli pada status alia sebagai pengasuh anak nya,
Tak terasa jeslin sudah dua minggu bersama ibu nya, di bawa ke amerika dengan alasan ingin bersama2 dengan anak nya selama beberapa bulan, dan rafa pun mengizinkannya asal bisa memberi contoh yg baik dan jadi ibu yang baik untuk jeslin. ia pun tidak boleh egois menjauhkan jeslin dari ibu kandung nya. biar bagaimana pun dia adalah ibu nya
Setelah anak yang di asuh sudah tidak ada lagi di rumah alia pun mengutarakan ingin resign dari pekerjaan nya mengasuh jeslin, ia menceritakan jika hanan menawarkan pekerjaan di perusahaan nya, dan alia tidak ingin menyia2kan kesempatan itu terlebih dia hanya lulusan SMU bisa nyambi kuliah, kapan lagi ada kesempatan. Namun tanpa di duga rafa justru marah pada alia,
"Tuan saya ingin berhenti bekerja, karena jeslin kan sudah bersama ibu nya, mungkin sudah tidak membutuh kan saya lagi," ucap alia
"apa gaji kamu kurang? apa di sini kamu tidak nyaman? kenapa mau berhenti?" hardik rafa
Alia hanya diam dan meneteskan air mata.. Entah kenapa rasa nya sedih banget, Ia tidak menjawab pertanyaan rafa, dan tidak berani membalas tatapan tuan nya yang sedang marah. apalagi saat alia menyebut nama hanan yang menawakan pekerjaan membuat rafa semakin marah. Alia mendapat gaji di rumah rafa 5 x lipat dari gaji babysitter pada umum nya. Jadi secara gaji memang sudah lebih dari cukup
"Kamu bersiap lah, aku akan mengajak mu ke suatu tempat" ucap rafa
"Sekarang...?" alia bertanya
"Besok, ya iya sekarang" jawab rafa
Rafa mengajak alia jalan ke sebuah mall,
"Kamu boleh beli apa yang kamu suka" ucap rafa,
Alia hanya melihat2 tanpa membeli nya,
"Kamu kenapa tidak membeli nya?" tanya rafa pada alia,
"Harga nya mahal tuan, nanti saya tidak bisa mengirimkan uang untuk orang tua saya dan adik saya di kampung " jawab alia polos
Rafa menyuruh pramuniaga toko untuk membungkus semua yang telah alia lihat dan ia segera membayar nya,
Alia kaget melihat pramuniaga memberikan barang2 yang telah rafa beli..
" sini tuan saya yang pegang," ucap alia seraya menyodorkan tangan nya bermaksud mengambil tas belanjaan, namun di tolak rafa.
"ayo pulang, atau kamu masih ingin sesuatu?" tanya rafa pada alia,
"Tidak ada tuan" jawab alia
Sebelum pulang alia rafa membawa alia untuk mampir ke sebuah restoran untuk makan malam
"kamu suka hari ini?" ucap rafa seraya tersenyum..
"Su su suka tuan" jawab alia gugup
"Besok jalan-jalan lagi jika kamu suka" ucap rafa
Ya tuhan mimpi apa aku semalam.. Bos tampan ku tersenyum padaku dengan begitu manis.. Jangan buat aku jatuh cinta pada nya ya tuhan.. (alia dalam hati)
"Heh! Jangan bengong! ucap rafa seraya melambaikan tangan nya di depan muka alia
" Ayo kita pulang, ucap rafa kembali lalu berdiri setelah membayar pesanan nya
"Bawa ini ke kamar mu, ini semua untuk mu, ini barang yang sudah kamu pilih tadi," ucap rafa
"Ta ta tapi tuan" saya bayar nya gimana? Jangan potong gaji saya bulan depan semua ya? Saya akan menyicil nya, " ucap alia
"Ini gratis" ucap rafa yang segera meletakan barang2 belanjaan nya di atas sofa lalu berlalu pergi ke kamar nya meninggal kan alia yang masih bengong tidak percaya
Rafa begiti bahagia hari ini bisa menghabiskan kan waktu berdua bersama alia.
Pagi hari itu rafa benar kehilangan akal pikiran nya di kuasai oleh pikiran nakal tentang alia, mungkin karena ia seorang duda yang sudah cukup lama tidak menyentuh wanita.. Hasrat lelaki nya mulai meronta
ya tuhan ampuni dosaku kata rafa dalam hati,
ia pun segera menelpon sekretaris pribadi nya untuk mempersiapkan pernikahan diam2 di hotel milik nya,
"Fin siap kan pernikahan hari ini,
"Dengan babysitter itu? Jangan bercanda bos, jangan bilang bos sidah benar2 jatih cinta pada nya memamg gak ada gadis lain bos" ucap kefin, namun kefin seketika langsung tersadar jika bos nya bicara serius..
"Turuti saja perintah ku, jemput kedua orang tua alia menggunakan jetpri, jangan sampai gagal." ucap rafa penuh penekanan..
"Baik bos" ucap kefin, meskipun sebenernya ia masih bingung,
Kefin sering mengenalkan bos duda nya itu pada gadis cantik yang se level tapi kenapa harus babysitter nya sendiri. 'Tau begitu aku tidak perlu capek2 mencarikan jodoh untuk nya' kefin dalam hati
"inget jangan ada yang mengetahui pernikahan ku termasuk orang tua ku" ucap rafa kembali pada kefin, rafa pun mematikah handphone nya dan memberi perintah pada bi inah untuk membawa alia ke hotel nya dengan alasan untuk ber jalan-jalan.
Alia menurit saja ketika bi inah memgajak alia jalan-jalan ke hotel nya di antar supir, di loby telah menunggu orang suruhan rafa yang menyambut nya dan mngajak ny ke sebuah kamar, orang suruhan rafa pun pergi keluar, di tinggal nya rafa dan alia di dalam kamar
rafa lansung mengutaralan niat ny untuk menikahi alia
tentu alia menolak dengan tegas ia pun akan segera berlari keluar kamar namun baru saja akan keluar rafa yg langsung menarik nya dan mencium b**** nya,
beberapa saat alia dan rafa berciuman entah mengapa alia menikmati nya, meskipun hati nya ingin menolak nya..
rafa menghentikan ciuman nya dan berkata, menikahlah dengan ku, aku akan berusaha jadi suami yang baik untukmu..
"maukah kamu menjadi ibu untuk jeslin dan ibu dari anak2 ku? jeslin sudah sayang sama kamu.. entah mengapa kata2 nya sangat tersentuh jika berhubungan dengan jeslin
alia memejamkan mata nya, ia bingung harus menjawab apa,
alia pun membuka mata nya, rafa mengatakan jika ia sungguh2 ingin menikahi nya..
"tapi tidak semudah itu tuan, saya punya orang tua, orang menikah itu bukan hanya menyatukan kita tapi juga menyatukan dua keluarga," jawab alia
tak lama terdengar ketokan pintu dari luar,
'masuk, kata rafa, orang tua nya alia sudah datang tuan,"
alia pun tersentak mendengar nya, alia anak pertama dari 3 bersaudara, dan yang datang hanya ayah nya alia,
alia lari berhambur memeluk ayah nya dengan ber urai air mata..
" ibu mana yah?" ucap alia
" maaf nak ibu sibuk ngurus ternak dan mengurus adik2 mu di rumah, tadi ia hanya menitipkan salam" ucap sang ayah
"jangan menangis nak. semua keputusan ada pada mu,jika kamu tidak mau menikah tidak akan ada pemaksaan dalam pernikahan ini, aku akan mendukung apapun keputusan mu. ucap sang ayah,
untuk beberapa saat ruangan hening, dan semua yg hadir di sana diam seribu bahasa,
"alia menarik nafas dan membuang nya, alia mengangguk dan mengatakan jika ia mau menikah dengan tuan rafa.."
alhamdulillah kata2 itu keluar dari mulut rafa
Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, bukan untuk main2, kami hanya orang nggak punya, namun kami tidak mau di permainkan, apa kamu sungguh2 bisa menjaga anak saya? ucap sang ayah bertanya pada rafa
" ya pak saya akan menjaga nya, hidup saya memang rumit dengan satu anak, tapi anak saya sudah menyayangi alia, dia pelan2 pasti akan menerima alia sebagai ibu nya, untuk saat ini memang kedua orang tua ku tidak mungkin merestui pernikahan ini, namun aku anan berjuang untuk itu. suatu saat pasti kami akan mendapatkan restu nya. itu janji saya pak. ucap rafa
Bersambung
Terima kasih telah membaca karya saya, jangan lupa tinggal love dan komentar nya.. Di tunggu kritik dan saran nya.
* * *Terima kasih***