BAB 20

954 Words

"Itu pekerjaan yang ringan, Mom. Sophie hanya melayani pembeli." Rose menyipitkan mata. "Sebenarnya apa alasanmu ingin bekerja, Sayang? Uang yang Edmund berikan pasti cukup memenuhi kebutuhanmu." Kepala Sophia menggeleng. "Bukan karena itu, Sophie tidak terbiasa hanya diam di apartemen." "Kalau begitu akan Mommy masukan kau ke kelas melukis atau menjahit, bagaimana?" tawar Rose kemudian meminum minumannya. "Sophie tidak ingin hal seperti itu. Lagi pula bekerja bukanlah hal yang buruk," ucap Sophia dengan bibir mengerucut, membuat Rose gemas dan mencubit pipi menantunya. "Memang bukan hal yang buruk, tapi kau akan kelelahan." "Sophie baik-baik saja." "Sophie," ucap Rose penuh penekanan. Wajah Sophia murung seketika. Dia berjalan menuju sofa sambil membawa buah-buah yang sudah dikupa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD