Lexi mengatur napas menghilangkan rasa takut akibat ancaman pria tadi. Mencoba memikirkan apa yang terjadi dengan Sophia agar rasa takutnya enyah. Mengingat perkataan pria tadi yang berucap jika menyakiti lagi, berarti Daniel tidak berhasil untuk membunuh Sophia. Namun, Lexi masih berharap perempuan itu setidaknya terluka. Lorong apartemen menyinari setiap langkahnya. Dia mengatur napasnya sebelum memasukan kode apartemen dan masuk ke dalamnya. Ruangan itu gelap, menandakan tidak ada siapa-siapa. Itu yang dipikirkan Lexi. Dia membuka sepatunya dan menyalakan lampu apartemen, membuat semuanya menjadi terang menyinari setiap langkahnya. Lexi mengedarkan pandangan, mencari keberadaan seseorang di apartemen yang sepi itu. "Edmund? Sophia?" Lexi memanggil nama kedua orang itu berkali-kali.

