Bab 44

1430 Words

Bab 44 Sifat Dengki Arza Arza pulang dengan muka kusut. Pikirannya tidak menentu lagi. Ia menghempaskan tubuh letihnya ke sofa. Sungguh tadi pertemuannya dengan Nadine adalah pertemuan yang sangat tidak terduga lagi amat memalukan. Arza masih belum percaya kalau Nadine menduduki jabatan Manajer di perusahaan tempatnya bekerja. "Sejak kapan dia menjadi seorang manajer." "Siapa yang mau menjadikan wanita bodoh itu menjadi manajer? Apa mungkin George? Huuuuh...." Arza semakin pusing. Ia merasa malas bila harus memikirkan sesuatu hal yang sudah bersangkut-paut dengan George. Seseorang yang sudah tidak di ragukan lagi kecerdasan dan kepiawaian nya dalam mengolah perusahaan. Jujur Arza merasa ragu jika mengatakan George tidak berpengalaman, telah menjadikan Nadine sebagai Manajer perusa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD