Bab 16 Datangnya Pembantu Baru Ku lihat Arza sedang terlelap, rupanya jebakanku berhasil. Pengaruh obat tidur itu ampuh juga. Sementara Arza sedang terlelap, aku mengambil ponselnya. Dengan cepat kutempelkan jari tengahnya untuk membuka kunci layar ponsel tersebut. Setelah itu aku mengakses m-banking nya. Mengirimkan sejumlah uang yang lumayan banyak ke rekeningku. Beres. Aku tahu, Arza orang yang jarang mengecek riwayat transfer. Dengan tersenyum puas, kuletakkan kembali ponsel itu ke tematnya semula. "Kamu tidak mau memberiku uang, Arza, jadi maaf jika terpaksa uangmu kurampas. Hehee." aku membatin Seorang pria yang berlaku curang, harus ku balas dengan cara licik pula. Siapa suruh memainkan api denganku! Lihatlah kau akan terbakar dengar api yang kau nyalakan sendiri. Menjelang m

