“Mbak Rayya, handphone kamu kenapa? Saya hubungi dari tadi tapi nggak bisa?!” Semua mata langsung menoleh ke arah pemilik suara bariton itu. “Selamat pagi, Pak Arjuna,” ucap Yudhis dan Sabrina cepat, bersamaan. “Pagi.” Lalu kembali menatap tajam ke arah Rayya. “Oh maaf, Pak Juna. Mungkin handphone saya lowbat. Sebentar saya cek—” “Nggak usah! Sekarang cepat ikut saya, ada meeting internal. Penting!” “Oh iya, ba—baik Pak.” “Pak Juna, maaf, apa saya ikut meeting juga? Ini meeting internal produser tim satu kan, Pak?” Yudhis ingin sekali diikutsertakan. Sebab dia sangat berambisi untuk bisa naik jabatan. Maka Yudhis selalu ingin ada di posisi yang dibutuhkan oleh CEO. Namun Arjuna mengangkat tangan kanannya sedikit. “Mas Yudhis nanti saja, saat meeting dengan all tim satu.” Yudhis ke

