Kedua bola mata Rayya sontak membulat sempurna, saat dirasanya bibirnya mulai dilumat dengan begitu lembut. Ini terasa—pertama kalinya. Ya, seperti pertama kalinya bagi Rayya. Sebab dia tidak pernah mau disentuh oleh Yudhis kecuali hanya berpegangan tangan atau merangkul pundaknya saja. Tanpa sadar, Rayya memejamkan kedua mata. Dunia sekeliling seakan berhenti berputar sejenak. Semua rasa hanya dia tujukan pada sentuhan lembut di bibirnya. Pria ini benar-benar telah mengendalikan dirinya. Tidak ada penolakan. Tidak ada rasa takut. Semua mengalir dengan begitu—indah. Sampai dia masih belum sadar juga, ketika Arjuna telah melepas sentuhannya. Pria itu tersenyum melihat wanitanya masih memejamkan mata dengan bibir sedikit terbuka. Siapa tidak akan tergoda dengan wajah cantik sepolos ini? Ma

