Gila! Clara benar-benar malu sampai rasanya ingin mati sekali lagi! Bagaimana mungkin dia berteriak seperti itu di depan seorang bangsawan gila yang bisa membunuhnya kapan saja? Clara bisa hidup dengan nyaman dalam tubuh Claramel setelah semua kejahatan yang dia lakukan saja adalah sebuah keajaiban. Dan, bisa-bisanya Clara malah berteriak di depan Duke Clamentime dan mengatakan kalau wajahnya menyeramkan sampai membuat Clara ingin mengompol saking takutnya.
Tunggu! Mengompol!!!
Apa Clara benar-benar mengatakan kalimat menggelikan di depan seorang pria asing yang baru 10 detik dia temui?! Argh!!! Yang benar saja!!! Mau ditaruh dimana wajah yang bukan miliknya, ini?!
Duke Clamentime pasti akan mengira kalau istrinya ini gila dan memasukkannya ke kuil suci untuk disembuhkan, kan? Hal baik jika Clara tidak dipancung karena dianggap akan berbahaya jika dilepaskan. Hahaha.... tamat sudah!
Selamat tinggal kehidupan kedua yang seperti kotoran!
"Nyonya Duchess! Apa yang terjadi pada anda? Kenapa tubuh anda jadi kurus kering?!" tanya Rose panik ketika melihat Clara terkapar di atas kasur dengan tampilan yang mengenaskan.
Rose membantu Clara untuk duduk dengan punggung yang bersandar pada sandaran kasur. Rose dengan sigap mengambil air minum di dekat Clara. Lantas, memberikannya pada Clara yang langsung meneguk habis isinya.
Keadaan Clara nampak jauh lebih baik. Dia kemudian bertanya pada Rose, "Menurutmu, orang seperti apa Duke Clamentime itu?"
Clara tidak tahu banyak soal suami Claramel itu selain sifatnya yang dingin dan juga kutukannya. Clara hanya membaca bagian awal novel yang ditulis mantannya itu. Dia berhenti membaca ketika sampai di bagian dimana Clara tahu jika nama ibu tiri Louis yang seorang antagonis sama dengannya. Clara kemudian kembali membaca untuk melihat sejahat apa Claramel. Setelah membaca bagian dimana Claramel memotong tangan pelayan dan membunuh seorang koki, Clara kembali berhenti membaca. Karena penasaran, Clara membaca bagian endingnya. Dan, berakhir dengan membakar buku yang dia beli setelah mengemis selembar uang berwarna merah muda pada kakak laki-lakinya itu.
Clara benar-benar membenci ending buku itu karena semua keluarga Duke Clamentime mati. Bahkan, Louis yang sangat menderita dan pantas mendapatkan akhir yang bahagia pun ikut mati. Kalau Claramel sih sudah jelas harus mati. Karena dia adalah antagonis utama dalam cerita ini. Tapi, kalau Louis juga ikut mati, Clara benar-benar tidak terima.
Tapi, rasanya ada yang aneh. Jika keluarga Clamentime pada akhirnya mati dan yang bahagia hanyalah Seraphina dan putra mahkota. Lantas, kenapa ceritanya selalu berpusat pada keluarga Clamentime? Seolah, tokoh utamanya adalah mereka. Apa alasan mantannya melakukan hal itu? Tidak biasanya novel yang dia tulis berpusat pada tokoh sampingan.
Karena Clara hanya membaca sedikit tentang novelnya. Jadi, dia tidak tahu banyak soal Duke Clamentime ataupun kehidupan di dunia ini. Alasan kematian duke yang disebabkan oleh kecelakaan kereta kuda bisa jadi disengaja. Atau, bisa jadi juga murni kecelakaan.
Yang jelas, ada penjahat selain Claramel di sini. Tapi, siapa?
"Saya tidak tahu apakah seorang rakyat jelata seperti saya boleh menilai seorang bangsawan terhormat seperti Tuan Duke. Tapi, saya tidak tahu apapun soal Tuan Duke. Bagaimana jika anda bertanya pada Sir Reynard." kata Rose sembari membungkukkan badannya takzim.
Reynard Lax Neourn, rakyat jelata yang diangkat sebagai tangan kanan Duke Clamentime. Karena orang yang boleh menjadi tangan kanan seorang duke hanyalah seorang bangsawan, Duke Clamentime memberikan gelar 'Count' kepada Reynard.
Sebagai seorang tangan kanan Duke yang selalu bersamanya hampir sepanjang hari, Reynard tentunya tahu banyak hal tentang Duke Clamentime. Tapi, masalahnya pria berusia 28 tahun itu membenci Claramel. Dan, karena Clara berada dalam tubuh Claramel sekarang. Artinya, Reynard membenci Clara.
Jadi, mana mungkin Clara menanyakan tentang seseorang yang dia benci kepada orang yang membencinya. Itu sih namanya bodoh sekali!
Tapi, merupakan hal yang wajar jika Reynard membenci Claramel meskipun dia adalah nyonya besar di kastil ini. Sebagai seorang Duchess yang seharusya mengurus masalah internal kastil Duke, Claramel kan hanya menghabiskan waktunya dengan menghamburkan uang untuk membeli barang yang tidak berguna. Gaun penuh permata ini contohnya.
Hah! Menyedihkan sekali!
Memang pada akhirnya Clara memiliki suami dan sudah menikah. Tapi, masalahnya suaminya itu membenci dirinya.
Apa Clara katakan saja kalau dia bukanlah Claramel yang asli melainkan seorang gadis berusia 25 tahun yang penggangguran, lajang dan mati secara konyol karena bertemu mantan pacarnya saat kencan buta? Dengan begitu, mungkin saja Duke Clamentime akan memaklumi Clara dan tidak akan membencinya karena Clara bukanlah Claramel. Tapi, memangnya dia akan percaya?
Clara merebahkan dirinya di atas kasur dengan posisi telungkup. Wajahnya terbenam di atas kasur yang lembut. Clara kembali duduk sedetik kemudian. Ribuan permata yang ada di gaunnya ini membuat posisi tidurnya jadi tidak nyaman. Sebenarnya, bagaimana bisa Claramel tidur dengan memakai gaun ini? Apa punggungnya itu terbuat dari baja?
Cklek!
Pintu kamar Clara terbuka. Seorang pria dengan wajah yang terlihat begitu dingin berjalan masuk. Tubuh Clara seketika mematung.
"Kenapa pria sialan ini ada di kamar istrinya?!"
Duke Clamentime menatap Rose yang membungkukkan badannya kemudian pergi.
Clara tersenyum kaku, "Tidak, Rose! Jangan tinggalkan aku!"
Duke Clamentime mengambil sebuah kursi. Kemudian, meletakkannya di dekat kasur Clara. Duke Clamentime duduk di atas kursi. Matanya menatap Clara dingin. Clara duduk di kasur dengan tubuh yang kaku. Dia ingin sekali melarikan diri. Tapi, tubuhnya ketakutan.
Pria di depannya ini menyeramkan sekali!
Tapi, kenapa Clara harus takut padanya? Dia kan tidak melakukan kesalahan apapun. Walaupun dia adalah Claramel sekarang. Tapi, apapun yang Claramel lakukan sebelum Clara masuk ke tubuhnya, itukan bukan salah Clara.
"Jadi, kenapa anda keluar dari ruang kerja saya tanpa berpamitan?!" tanya Duke Clamentime dingin.
Bukannya menjawab pertanyaan dari suaminya, Clara malah berteriak, "Anda juga sama saja! Kenapa masuk ke kamar saya tanpa ijin?!"
"Hah! Apa anda lupa dengan semua kelakuan anda?! Anda selalu masuk ke ruang kerja saya tanpa ijin dan mengatai saya sebagai darah campuran terkutuk!" kata Duke Clamentime dengan tatapan penuh kebencian pada Clara.
Clara diam. Tidak tahu harus bilang apa. Walaupun itu adalah perbuatan Claramel dan bukannya Clara, dalam hati kecilnya, Clara tetap merasa bersalah. Entah kenapa. Mungkin, ini hanyalah reaksi manusia yang normal. Bukankah setiap manusia punya rasa simpati dan empati?
"Itu... Maafkan saya! Saya tahu jika perbuatan saya tidak bisa dimaafkan. Tapi, tolong maafkan perbuatan saya!" kata Clara sembari membungkukkan badannya.
Hening. Duke Clamentime tidak mengatakan apapun. Dia berdiri. Meninggalkan Clara sendirian. Sebelum dia keluar dari kamar Clara, manik matanya menatap Clara tajam.
"Berhentilah bersikap memuakkan!"
Blam!!!
Pintu itu ditutup dengan kencang. Meninggalkan Clara dengan keheningan yang menyiksanya.
"Mama, Clara pengen pulang! Suaminya galak!"