Bab 4

1147 Words
Tubuh Clara mematung. Apa telinganya tidak salah dengar? Di balik pintu yang dipenuhi ukiran emas dengan tinggi 3 meter itu baru saja ada yang memanggilnya 'Nyonya Claramel' dan bicara soal 'Tuan Duke', kan? Ah, Claramel memang lebih suka dipanggil dengan namanya karena panggilan 'Nyonya Duchess" hanya akan membuatnya semakin kesal. Hal itu jadi mengingatkan Claramel kalau dia sudah menikahi keluarga terkutuk. Tapi, bukankah Clara sudah mati karena serangan jantung setelah melihat mantan pacarnya yang semakin mapan dan tampan saat melakukan kencan buta? Jadi, kenapa dia tidak pergi ke alam baka dan malah menjadi seorang wanita dengan pakaian yang aneh? Apa mungkin Clara benar-benar berubah menjadi Claramel Zeonit Clamentime, karakter antagonis dari novel yang mantannya tulis. Claramel adalah istri dari Duke Edgard Won Clamentime dan ibu tiri dari Louis Walter Clamentime. Dulu, namanya bukanlah Claramel. Melainkan, Crimsonhart. Tapi, entah kenapa dia mengubah namanya menjadi Claramel setelah menikah secara paksa dengan Duke Clamentime. Dan, sejak namanya berubah menjadu Claramel, Crimsonhart berubah menjadi wanita antagonis. Ini pasti disengaja oleh mantan pacar Clara, kan? Pria itu sangat benci pada Clara sampai dia memasukkan nama Clara sebagai nama dari seorang antaganois. Dan, karena ulah kekanakannya itu, Clara jadi masuk ke tubuh Claramel. Benar-benar menyebalkan. Tapi, ada yang jauh lebih penting dari hal itu sekarang. Karena perjodohan paksa, Claramel dan Duke Clamentime menikah tanpa ikatan cinta. Melainkan karena ikatan sebuah kontrak. Claramel membenci perannya sebagai Duchess dan ibu tiri dari anak Duke Clamentime yang bernama Louis. Karena itu Claramel selalu menyiksa Louis yang mewarisi kutukan. Anak laki-laki di keluarga Duke Clamentime memang mewarisi kutukan secara turun-temurun. Kutukan itu awalnya dimiliki oleh anak haram dari Duke Clamentime terdahulu. Dia diasingkan oleh orang-orang di sekitarnya. Sehingga, dia kehilangan kendali atas kekuatannya dan membunuh semua orang sehingga dia naik takhta. Bisa dibilang, Duke Clamentime setelahnya adalah keturunan dari anak haram itu. Karena itu, beberapa dari mereka mewarisi kutukannya. Akibat siksaan yang diterima dari sang ibu tiri, Louis tumbuh jadi psikopat gila. Apalagi ayahnya juga tidak peduli padanya. Setelah Louis dewasa, ayahnya meninggal dalam kecelakaan kereta kuda. Sementara, Claramel mati di tangan anak tirinya itu. Meski begitu, pada akhirnya Louis tetap mati karena dituduh berusaha mencuri wanita pangeran putra mahkota. Wanita itu adalah Seraphine Lioni, rakyat jelata yang memiliki kekuatan saintess. Bagaimana ini?! Bagaimana kalau Clara juga dibunuh seperti Claramel dalam cerita aslinya? Tunggu! Melihat Claramel masih hidup dalam gelimangan harta yang tak terhitung jumlahnya, sepertinya Louis masih belum membunuh ibu tirinya ini. Bahkan, rasanya cerita ini belum dimulai. Baiklah! Mari ubah jalan ceritanya! Clara akan berbuat jahat. Dengan begitu, Louis tidak akan membunuhnya. Clara akan mencegah kematian Duke Clamentime dan Louis. Clara akan membuat Duke Clamentime jadi akrab dengan Louis. Dengan begitu, setelah kontrak pernikahan yang terjalin selama 5 tahun itu selesai, Clara bisa meninggalkan kediaman ini dengan nyaman. Bagus! Itu adalah rencana yang sempurna! Dan, mari meminta uang kompensasi perceraian yang banyak agar Clara bisa hidup sebagai pengangguran kaya raya. Clara akan mendirikan banyak toko sehingga dia bisa bernafas sambil menghasilkan uang. Tidak ada yang lebih indah di dunia ini selain memiliki banyak uang. "Nyonya Claramel, apa saya boleh masuk?" tanya seseorang dari balik pintu itu. Clara tersentak. Dia terlalu fokus dengan rencananya menjadi pengangguran kaya sampai lupa kalau ada seseorang yang sedang menunggu jawabannya di balik pintu itu. "Tentu! Masuklah!" kata Clara. Seorang wanita berusia 35 tahun dengan rambut pendek sebahu berwarna merah dan manik mata senada dengan rambutnya berjalan takzim mendekati Clara. Ah, Clara mengenal wanita ini. Rose. Pelayan pribadi Claramel. Lebih tepatnya, satu-satunya pelayan pribadi Claramel yang masih bertahan dengan sikap tempramentalnya. Claramel adalah orang yang selalu marah karena hal kecil. Seperti contohnya saat seorang pelayan tidak sengaja membuat sehelai rambutnya rontok ketika menyisirnya. Claramel langsung menghukum pelayan itu dengan memotong tangannya. Saat koki memasak makanan yang tidak sesuai dengan seleranya, Claramel akan langsung mencabut lisensinya sebagai koki dan memasukkannya ke dalam penjara. Koki itu kemudian ditemukan tewas dengan kedua tangan yang terpotong. Masih banyak kejahatan lain yang dilakukan Clamarel. Bahkan, rasanya Clara bisa membuat satu buku yang hanya membahas kejahatan yang dilakukan Claramel. Wanita ini benar-benar seorang penjahat yang berhati dingin. Rose adalah satu-satunya pelayan yang masih bertahan hidup sampai sekarang tanpa kehilangan barang satu jari pun. Karena Rose selalu mendengarkan perkataan Claramel dan tidak pernah melakukan hal yang membuatnya kesal. Seperti terlalu lelet dalam bekerja, menatap Claramel, mengangkat kepalanya saat bicara dengan Claramel, menimbulkan suara yang berisik, dan blablabla. Terlalu banyak untuk disebutkan satu-persatu. "Maafkan saya karena mengganggu waktu anda untuk memuji kecantikan anda, Nyonya Clamentime!" kata Rose dengan kepala tertunduk dan badan yang membungkuk takzim. Eh?! Memuji kecantikan? Apa Claramel memang suka menatap pantulan dirinya di cermin dan memuji kecantikannya? Tapi, bukan itu yang sedang Clara lakukan. Mana mungkin dia memuji kecantikan antagonis ini. Yah, walau harus Clara akui kalau Claramel memang cantik, sih. "Tidak! Aku hanya sedang memperbaiki rambutku!" kata Clara sembari mengibaskan kedua tangannya dan tersenyum canggung. "Maafkan saya karena tidak becus dalam merapikan rambut anda, Nyonya Claramel!" kata Rose sekali lagi. "Tidak apa! Aku hanya merapikannya sedikit!" "Sekali lagi maafkan saya, Nyonya Claramel! Saya mengharapkan belas kasih anda agar sudi memaafkan rakyat jelata yang hina ini!" kata Rose dengan tubuh yang semakin membungkuk. Clara menatapnya datar. Claramel benar-benar sampah. Dia meminta setiap pelayannya untuk meminta maaf atas hal kecil dan membuat mereka merendahkan diri mereka sendiri. Ah, Claramel tidak hanya melakukan hal ini pada pelayan saja. Tapi, pada semua pekerja di istana. Bahkan, juga pada bangsawan dengan status yang lebih rendah darinya. "Apa kau mengatakan kalau Tuan Duke ingin bertemu denganku?" tanya Clara. Rasanya Rose akan terus meminta maaf jika dia tidak mengalihkan pembicaraan ini. "Benar, Nyonya Claramel! Maafkan saya karena lupa memberi tahu anda tentang hal sepenting ini." kata Rose. Lagi-lagi semakin membungkukkan badannya. "Berhentilah meminta maaf!" pekik Clara dalam hatinya. Sebenarnya, bagaimana cara Claramel agar betah mendengar semua permintaan maaf ini? Clara yang baru mendengarnya sebanyak 4 kali saja sudah merasa muak. "Baiklah! Antarkan aku ke ruang kerja Duke!" kata Clara. "Baik, Nyonya Claramel! Rakyat jelata ini akan mengantarkan anda ke ruang kerja Tuan Duke sesuai perintah anda!" Clara menghela nafas panjang. Rose memutar badannya. Berjalan di depan Clara yang mengekor di belakangnya. Clara menatap lorong istana dengan cat putih dan ornamen emas. Istana ini adalah istana ratu. Harus Clara akui kalau selera Claramel terhadap interior istananya sangatlah bagus. Tapi, kenapa seleranya terhadap pakaian jelek sekali?! Apa-apaan berlian dan permata yang mengisi setiap sudut gaun yang sangat mengembang ini? Tidakkah Claramel sadar kalau dia lebih mirip seperti tambang berlian berjalan dibandingkan seorang Duchess? "Kita sudah sampai, Nyonya Claramel!" kata Rose sembari menunjuk sebuah pintu dengan lambang dua kepala singa hitam bermahkota yang berhadapan menatap pedang di depannya. Itu adalah lambang keluarga Duke Clamentime. "Tuan Duke, Nyonya Claramel sudah tiba!" kata Rose dari balik ambang pintu. Rose mendorong pintu itu. Clara meneguk ludah. Inilah saatnya. Dia akan mengubah takdirnya dan takdir semua orang di sini lalu hidup bahagia. Jadi, mari lakukan pembicaraan ini dengan baik!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD