Tandai jika masih ada kesalahan kepenulisan, EYD, Grammar, dan lain sebagainya dalam cerita ini. Terima kasih. _________________________________________________________________________________________________________ Sean masih diam tergagu dengan lipatan surat yang ada di tangannya. Dan lebih tercengangnya lagi, Sean bahkan tidak menyadari sudah sejak kapan air matanya menetes di atas surat yang Miranda tinggalkan. Sean bingung. Rasanya menyakitkan. Sean tidak pernah merasakan hal seperti sebelumnya. Bahkan ketika Arabella menikah, Sean malah pergi berlibur untuk menenangkan pikirannya. Namun kali ini berbeda...rasa itu..... Brak!! Pintu ruang rawat itu terbuka dengan begitu keras hingga membuat Sean tersentak kaget dan segera mengelap bekas air matanya. "s****n kau!!!! Dimana Mi

