Melinda mengamati rumah di depannya. Seingatnya rumah yang ingin ia sambangi terletak di sini. Tetapi sudah sekian lama dan tentu saja banyak yang berubah. Ia sendiri sudah bersiap bila dirinya salah rumah atau orang yang ia cari tidak lagi tinggal di tempat ini. Tok tok tok "Assalamualaikum..." "HUWAAAAAAA AAAAAAHH" Terdengar suara tangisan dari dalam rumah. Melinda jadi sungkan untuk kembali mengetuk pintu karena sepertinya ia bertamu di waktu yang tidak tepat. Tetapi ternyata pemilik rumah mendengar ada tamu yang datang. Pintu terbuka dan seorang laki-laki dengan kaos dan celana kolor keluar. Melinda tidak mengenali orang tersebut. "Waalaikumsalam, ah benar ada tamu" "Iya, mohon maaf ini benar rumah Ifa?" Belum juga terjawab pertanyaan Melinda, dari arah dalam sudah ada lengkinga

